Postingan

Selamat Idul Fitri 1446 H / 2025 M

Gambar

Anak Buaya yang Nakal

Gambar
Di tepi Sungai Cana, di tengah hutan yang rimbun, hiduplah sekelompok buaya. Di antara mereka, ada satu anak buaya yang paling nakal dan suka bermain-main. Namanya adalah Budi. Budi memiliki kulit berwarna hijau cerah dan mata yang selalu bersinar penuh rasa ingin tahu. Namun, sifat nakalnya sering membuatnya terlibat dalam berbagai masalah. Suatu pagi yang cerah, Budi bangun dengan semangat. Ia melihat teman-temannya, si Kiki dan si Amir, sedang bermain di tepi sungai. "Ayo, kita bermain petak umpet!" seru Budi dengan suara ceria. Kiki dan  Amir , meskipun sedikit ragu, akhirnya setuju untuk bermain. Mereka mulai bermain, dan Budi yang ditunjuk sebagai pencari, menutup matanya dan menghitung sampai sepuluh. "Satu, dua, tiga..." Budi menghitung dengan suara keras, sementara Kiki dan  Amir bersembunyi di balik semak-semak. Namun, saat menghitung, Budi merasa ada yang kurang seru. Ia ingin membuat permainan ini lebih menarik.

Selamat Idul Fitri 1446 H

Gambar

Anak Singa yang Baik Hati

Gambar
Di tengah hutan lebat yang hijau dan rimbun, hiduplah seekor anak singa bernama Lio. Ia adalah seekor singa muda dengan bulu keemasan yang berkilauan di bawah sinar matahari. Meskipun ia masih kecil, tubuhnya sudah kuat dan matanya penuh semangat. Namun, tidak seperti singa lainnya yang gagah dan garang, Lio memiliki hati yang lembut dan penuh kasih. Sejak kecil, Lio selalu diajarkan oleh ibunya, Ratu Singa, untuk menjadi pemimpin yang bijaksana. "Kekuatan bukan hanya tentang cakar yang tajam dan auman yang menggetarkan, tetapi juga tentang kebaikan hati," kata ibunya suatu hari. Lio mendengarkan dengan saksama dan selalu mengingat pesan itu dalam hatinya. Suatu pagi, saat matahari mulai menyapa hutan dengan cahayanya yang hangat, Lio berjalan-jalan di sekitar wilayah kekuasaannya. Ia senang menjelajahi hutan, mendengar kicauan burung, dan merasakan angin sejuk yang membelai bulunya. Namun, saat melewati sebuah sungai kecil, ia mendengar suara tangisan yang lirih.

Oziel si Bocah Cerdas: Kelahiran Yang Luar Biasa (Bagian 7)

Gambar
Bagian 7: Kebangkitan Sang Penakluk Ruangan itu terdiam sejenak, seolah waktu berhenti untuk mengingat kembali apa yang baru saja terjadi. Lina, yang terperangkap dalam lautan darah dan kesedihan, menatap makhluk yang kini mengenakan kulit anaknya. Wajah itu, meski tampak seperti Oziel, tidak lagi memiliki kehangatan dan kepolosan yang pernah ada. Sebaliknya, ada kegelapan yang dalam, seolah jiwa anaknya telah sepenuhnya ditelan oleh kekuatan yang mengerikan. "AKU... BANGKIT..." suara itu menggema, menggetarkan dinding-dinding Ruang Pemurnian. Makhluk itu melangkah maju, setiap gerakannya mengeluarkan suara berderak seperti tulang yang patah. Lina merasakan jantungnya berdegup kencang, seolah ingin melarikan diri dari tubuhnya. "Siapa kau?" Lina berteriak, suaranya penuh ketakutan dan kemarahan. "Apa yang kau lakukan pada anakku?!"