Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerpen Reflektif

Sungai yang Sedih

Gambar
Tangisan yang Tak Terdengar Tangisan yang Tak Terdengar Di sudut dunia yang dahulu indah, sebuah sungai mengalir melewati hutan dan desa, menjadi sumber kehidupan bagi banyak makhluk. Airnya dulu sebening kaca, memantulkan cahaya matahari dalam kemilau emas, menari bersama angin yang membelai lembut permukaannya. Ia adalah rumah bagi ikan-ikan kecil yang berenang riang, tempat burung-burung singgah menghilangkan dahaga, dan sahabat bagi manusia yang bergantung padanya. Namun, semua itu kini tinggal kenangan. Sungai tidak lagi jernih. Ia tidak lagi bercahaya. Airnya berubah keruh, berbau busuk, penuh dengan sampah plastik yang terapung tanpa arah. Minyak hitam menggenang di permukaan, menciptakan lapisan yang mencekik kehidupan di dalamnya. Ikan-ikan pergi, menghilang tanpa jejak. Burung-burung tidak lagi datang. Dan manusia? Mereka hanya menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan.

Aku Mencintaimu, Mama Tersayang

Gambar
Kenangan yang Tak Pernah Luntur Aku masih ingat dengan jelas hari itu. Hujan turun deras, seakan langit pun ikut menangis. Di sudut kamar yang remang, aku duduk memandangi selembar foto usang. Aku, seorang anak kecil berusia lima tahun, tersenyum lebar dalam dekapan seorang wanita dengan senyum paling tulus yang pernah kulihat. Itu foto aku dan Mama. Aku tak pernah menyangka, senyum itu akan menjadi kenangan terakhir yang benar-benar utuh dalam ingatanku. "Kenapa hidup begitu kejam, Ma? Kenapa semua harus berakhir begini?" bisikku pelan, mencoba menahan tangis yang kian menyesakkan dada.